Senin, 28 Mei 2012

Kehidupan di Pulau Terluar Indonesia, Bayar Rupiah Kembali Ringgit


http://2.bp.blogspot.com/_-l8DsIMXJrw/Sg4sJgNLYEI/AAAAAAAABak/WdSY2bjcIsM/s400/pulau+seribu+1.jpg


Kehidupan di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur, sungguh unik. Bagaimana tidak, di Pulau dengan total penduduk sekitar 35 ribu jiwa ini, berlaku sistem dua mata uang.

Adapun dua mata uang yang berlaku ialah Ringgit Malaysia dan Rupiah. Sistem kursnya pun menggunakan hitungan kasar, tidak seperti sistem kurs yang berubah setiap harinya. 1 Ringgit dihargai Rp 3.000.

Hal unik itu ditemukan ketika detikcom berkunjung ke Pulau Sebatik, pada Minggu (27/5/2012), bersama rombongan Kemenkokesra.

Kala itu, salah seorang anggota rombongan ingin membeli sebuah minuman kemasan dengan harga Rp 5.000. Sang pegawai Kemenkokesra pun membayar dengan uang Rp 10.000.

Secara logika, kita akan berpikir uang kembaliannya berjumlah Rp 5.000. Namun yang mengejutkan, pegawai tersebut hanya dikembalikan 1 lembar uang Rp 2.000 dan selembar 1 Ringgit.

"Di sini sistemnya seperti ini, bisa pakai Rupiah dan Ringgit. 1 Ringgit dihargai Rp 3.000," ucap pemilik toko.

Kehidupan unik lainnya ialah sisi nasionalisme warga Sebatik yang tergolong tinggi. Jika di kota-kota lainnya kita hanya melihat kibaran bendera merah putih di pemukiman jelang hari Kemerdekaan. Akan tetapi di sini berbeda, setiap harinya bendera merah putih berkibar di halaman depan rumah warga.