Sunday, July 29, 2012

Kota Purwakerta (Poerwokerto) Photo

Kota Purwakerta atau Praketa adalah kota yang mulai di bangun oleh pemerintah Belanda semenjak di jadikan sebagai ibukota Kabupaten Adjibaran (Ajibarang), yang sebelumnya berada di Adjibaran. Pemindahan ke kota Purwakerta dilakukan pada tahun 1836 setelah kota Adjibaran terkena angin Lisus selama 4o hari 40 malam. pada saat itu Bupati di jabat oleh Raden Tumenggung Bartadimeja bergelar R Adipati Martadireja II dan Asisten Residen Werkevisser.

Banjoemas Heritage
Peta Purwakerta tahun 1940

Pemerintah Belanda membangun kota Purwakerta sedikit menjauh dari pusat kota Purwakerta sebelumnya, yaitu di pasar Wage. Dimana menurut Sugeng Priyono pusat kota Purwakerta dahulu berada di Pasar Wage dan Klenteng Hok Tik Bio yang sekarang dahulunya adalah pendopo kadipaten. Pembangunan pendopo kabupaten didirikan di Paguwan (Paguhan) dan rumah kantor asisten Residen (selalu berdekatan) berada di Bantarsoka.

Banjoemas Heritage
Pendopo Kabupaten di Purwakerta

Banjoemas Heritage
Bupati, Pegawai propinsi dan Kabupaten

Banjoemas Heritage
Pendopo tempat tinggal Asisten Residen

Purwakerta pada rekaman visual tahun 1900-1930han, terdapat banyak sekali bangunan sangat megah dan tentunya merupakan sebagai aspek-aspek pendukung kota yang lumayan besar pada saat itu selai Soekaradja (Sokaraja). Bahkan pada awal abad 19 tersebut, dimana mengikuti kejayaan Kerajaan Belanda akan Gula dan Tembakau, kota-kota di Jawa pun mengalami kejayaan termasuk kota Purwakerta.

Banjoemas Heritage
Suikerfabriek Purwakerta

Di sektor transportasi juga mengalami peningkatan yang cukup drastis dimana barang-barang bisa di distribusikan lebih cepat dan lebih luas lagi. Dua buah stasiun Besar dari dua perusahaan yang berbeda pun di bangun di Purwakerta. Yaitu Stasiun Timur Serajoedal Stoomtram Maatschappij (SDS) berada di timur bendungan Kradji (Kranji) yang di bangun pada tahun 1893 dan stasiun Besar Staats Spoorwegen (SS) di barat sungai Bandjaran. Namun kedua Stasiun tersebut terhubung satu sama lain.

Banjoemas Heritage
Stasiun Timur SDS

Banjoemas Heritage
Stasiun Timur SDS

Banjoemas Heritage
Stasiun SS di Bantarsoka

Sekolah sekolah juga di bangun di sebelah utara kota diantaranya adalah MULO, Hollands-Javaanse school , Hollands-Chinese school, Volksbibliotheek (Perpustakaan Nasional) dan Vervolgschool voor meisjes (Sekolah lanjutan untuk perempuan)
Banjoemas Heritage
sekolah MULO dan AMS

Banjoemas Heritage
Sekolah Tionghoa - Belanda

Banjoemas Heritage
Sekolah Jawa Belanda

Banjoemas Heritage
Volksbibliotheek dan Vervolgschool

Gedung pertemuan Sociƫteit Slamat, Tram hotel, Volksbank, Kantor Kepolisian serta barak-baraknya, kantor Lands Kas (tempat bekerja Asisten Residen), Gedung Setan, Klinik Pabrik Gula, Pasar, Masjid dan lainnya.
Banjoemas Heritage
Gedung Sociƫteit Slamat

Banjoemas Heritage
Tram Hotel

Banjoemas Heritage
gedung Volksbank

Banjoemas Heritage
Barak untuk kepolisian

Banjoemas Heritage
Gedung landskas

Banjoemas Heritage
Asisten Residen dan pegawai di gedung Landskas

Banjoemas Heritage
Klinik Pabrik Gula

Banjoemas Heritage
Pasar Wage

Banjoemas Heritage
Masjid Purwakerta

Sangat kompleks dan memadai sebagai syarat untuk sebuah kota besar, Hingga setelah Kabupaten Ajibaran di gabung dengan Kabupaten Banjoemas pada 31 Desember 1935, Ibukota Kabupaten pun di pindah dari kota Banjoemas ke Purwakerta pada tahun 1937 dengan dipindahkannya juga Pendopo Sipanji yang telah berusia 194 tahun.