Selasa, 29 Mei 2012

Wanita Terlahir Tanpa Rahim Jalani Cangkok Rahim Pertama di Dunia




The world's first womb transplant: Derya Sert, who was born without a womb, received a healthy organ in a seven-hour operation
The world's first womb transplant: Derya Sert, who was born without a womb, received a healthy organ in a seven-hour operation


Turki, Dokter telah sukses melakukan transplantasi atau cangkok rahim pertama di dunia pada seorang wanita yang terlahir tanpa rahim. Terobosan ini juga diyakini dapat menolong ribuan wanita muda untuk bisa menjadi ibu.

Derya Sert (22 tahun) yang lahir tanpa rahim, berhasil menerima organ yang sehat dalam operasi tujuh jam. Hasil scan menunjukkan rahim barunya yang berasal dari seorang wanita yang meninggal dalam kecelakaan mobil, telah menjadi sehat dan bekerja dengan baik.

Dengan rahim barunya, Sert akan memulai terapi IVF (In Vitro Fertilization) atau bayi tabung di Turki pada bulan September yang akan datang dengan harapan bisa mendapatkan keturunan.

Dengan keberhasilan transplantasi rahim pertama ini, akan lebih banyak lagi wanita yang segera memiliki kesempatan untuk melahirkan anak sendiri. Di seluruh dunia, ada ribuan perempuan muda yang terlahir tanpa rahim atau rahimnya telah diangkat karena kanker atau penyakit lain.

"Orang-orang bertanya kepada saya apakah saya ingin anak laki-laki atau perempuan. Tetapi tidak ada bedanya, saya hanya ingin seorang anak bayi yang sehat. Jika saya punya tongkat sihir, saya ingin hamil sekarang. Saya hanya ingin menggendong bayi di tangan saya, untuk menjadi seorang ibu," ujar Derya Sert, seperti dilansir Dailymail, Sabtu (26/5/2012).

Dokter bedahnya, yang percaya transplantasi rahim akan menjadi umum di masa depan, mengatakan bahwa keinginan beberapa wanita untuk hamil begitu kuat sehingga banyak dari mereka akan mengambil risiko bahkan kematian untuk memiliki anak.

"Risiko (transplantasi rahim) terlalu besar dan ada beberapa wanita yang tidak akan bisa memiliki anak. Meskipun sedih, itu yang harus kita hadapi," jelas ahli kesuburan Lord Winston.

Risiko dari transplantasi rahim berkisar dari penolakan terhadap rahim baru hingga menimbulkan komplikasi fatal pada saat kehamilan. Dengan rahim baru, setiap bayi juga harus dilahirkan melalui operasi caesar dan obat yang dibutuhkan untuk mencegah rahim ditolak dapat meningkatkan risiko penyakit kanker dan pemicu seperti diabetes.

Sebelumnya, transplantasi rahim telah berhasil dilakukan pada hewan termasuk tikus dan domba. Pada manusia, operasi transplantasi rahim juga telah dilakukan pada seorang wanita di Arab Saudi pada tahun 2000. Tapi rahim yang diambil dari donor hidup, 'layu' setelah tiga bulan karena pembuluh darah yang digunakan untuk menghubungkannya terlalu sempit dan menjadi terhalang oleh gumpalan.

Pada bulan Agustus tahun lalu, Derya Sert menjadi wanita pertama di dunia yang menerima rahim dari donor mati. Operasi transplantasi dilakukan di Akdeniz University Hospital di kota Antalya, Turki.

Operasi ini melibatkan ahli bedah plastik terkemuka Omer Ozkan, tujuh dokter lain dan tujuh petugas kesehatan. Sert menghabiskan enam bulan di rumah sakit dan diberi obat penekan kekebalan yang kuat untuk menghentikan tubuhnya menolak rahim baru.